Selasa, 02 Desember 2014

Semakin Cepat

Kadang aku berpikir. Alangkah cepat waktu berputar. Ia berjalan lambat saat aku masih kecil. Mulai berjalan cepat saat aku menapak remaja. Dan mulai berlari saat aku dewasa. Cepat, dan semakin cepat. Jauh, jauh berlari. Hingga tak terasa, hampir 35 tahun usiaku. Jika 35 tahun itu diibaratkan 1 episode, maka episode kedua akan berakhir di usia 70 tahun. Masalahnya, akankah episode kedua sepanjang itu (35 tahun). Jika ternyata lebih singkat daripada 35 tahun, itu berarti saat ini lebih dari separuh jatah usiaku telah terpakai. Semakin dekat ke liang kubur. Semakin dekat saat pertanggungjawaban. :-(

(Status Facebook, 24 November 2014, 10.43)

Minggu, 30 November 2014

PIE BUAH EKONOMIS

Ini resep pie buah ekonomis versi saya yach, Bunda-bunda. Biasanya saya jual dengan harga 1300-1500/pcs. Untuk vlanya jika ingin rasa yang lebih milky, tinggal menggantinya dengan susu full cream + gula --> harga jualnya tentu lebih tinggi ya. :-D


Jumat, 27 Desember 2013

Belia Penghafal Qur'an

Bismillah.

Beberapa bulan yang lalu, Ami Susiani (Pradnyanaraira), kakak kelas saya semasa bersekolah di Denpasar, bercerita bahwa beliau diamanahi untuk menulis buku kisah seorang hafiz (penghafal Al Quran) cilik dari Bali. Saat itu saya berjanji dalam hati, akan segera membelinya begitu buku tersebut terbit. Alhamdulillah, janji tersebut telah terpenuhi. Berikut pendapat pribadi saya tentang buku tersebut.

***

Membuka halaman awal buku ini, dan melihat ukuran font yang besar-besar, kita akan segera tahu bahwa buku “Belia Penghafal Quran” ditujukan untuk anak-anak. Namun bukan berarti buku ini tidak penting untuk orangtua. Saya malah beranggapan justru para orangtualah yang pertama kali harus berbondong-bondong membaca buku ini. Sebab, seperti kata ustadzah saya, jangan harap anak kita rajin mengaji, jika kita sendiri tidak pernah menyentuh mushaf Al Quran. Sampai di halaman 22, mata saya berkaca ketika membaca penjelasan Namira tentang keutamaan menjadi orangtua penghafal Al Quran:

Minggu, 22 Desember 2013

Resep Donat Telo Empuk

Bismillah.

Paling malas kalau bikin donat pakai telur, karena membuat minyaknya jadi berbusa-busa. Padahal konon telurlah yang membuat donat jadi empuk.

Karena itu, kalau bikin donat saya nggak pakai telur. Sebagai pengganti, saya gunakan bahan umbi-umbian seperti kentang, telo (ubi), atau singkong. Margarin saya tambahin dari resep pada umumnya.

Senin, 09 Desember 2013

Resep Pie Susu Ekonomis

Bismillah.

Kali ini saya pengen sharing tentang resep pie susu yang lebih ekonomis daripada yang pernah saya posting dulu di SINI.

Awal mula saya "menemukan" resep ini, gara-gara pengen jualan pie susu dengan harga relatif terjangkau. Maklum, sasarannya adalah kantin-kantin sekolah dan kampus. Jadi, saya utak-atik lagi resep yang sudah ada. Hasilnya, alhamdulillah tidak mengecewakan. Dari sejak diluncurkan sekitar tiga bulanan yang lalu, permintaan pie susu enak ini terus bertambah.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...