Rabu, 05 Juni 2013

Antara Korek Kuping dan White Coffee

Adakah hubungannya korek kuping dengan white coffee? Ternyata hubungannya sangat erat sekali!

Pagi-pagi saat hendak menyalakan lappy, saya terheran-heran melihat satu sachet white coffee tergeletak di atas meja kerja. Suamiku kan tidak biasa ngopi? Tapi ... Ah, lagi pengen aja, kali, pikir saya tak mau ambil pusing.

Selanjutnya di hari yang sama, saya mendengar suami saya menyuruh si sulung Raihan untuk membeli cutton bud alias korek kuping.

"Aira ini lho, tadi malam disuruh beli korek kuping, kok yang dibawa white coffee," kata suami saya sambil setengah tertawa mengangkat white coffee di atas meja.

"Heh?" saya mengernyit keheranan. Jauh banget ya, antara "korek kuping" dengan "white coffee"? Kalau "korek kuping" dengan "korek api", masih bisa ditolerir :D

Keesokan harinya, "insiden white coffee" jadi bahan status suami saya di Facebook. Komentar-komentar usil pun bermunculan, sibuk menganalisis siapa yang salah dalam insiden ini. Ada yang bilang ayahnya salah instruksi, ada yang bilang si penjual warungnya budeg, dan sebagainya.

Ya ampun, ada-ada saja! "Insiden white coffee" ternyata bisa bikin heboh juga ya di social media! :) Sebagai ibu yang melahirkannya, yang sehari-hari paling banyak bersamanya, dan paling mengerti bahasa verbal Aira, saya jadi tergoda untuk menganilisis duduk perkara sebenarnya.

Saya lantas komat-kamit sendiri, berulang-ulang melafalkan kata "korek kuping" sambil memosisikan diri sebagai Aira yang masih cadel. Si cantik ini masih belum sempurna melafalkan "r", dan belum bisa melafalkan "ng". Maka, kata "korek kuping" akan menjadi "kowek kupi" jika keluar dari bibir mungilnya. Mungkin telinga si penjual warung hanya menangkap "wek kupi". Nah, mirip "wait kopi" kan? Jadi paham sekarang. Hihihi. :D

Adakah di antara Bunda pernah mengalami kejadian konyol serupa? :)

8 komentar:

  1. hihihi... anak-anak memang lucu ya, mak. bahasa planet mereka memang hanya ibunya yg bisa mengerti :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul banget mak, hihi. jadi senyum2 sendiri kalo inget kejadian ini. :D

      Hapus
  2. hohooo...Aira oh Aira *gemesgemeeesss..

    BalasHapus
  3. owww disitu miss nya yah.
    yah namanya juga anak2, mbak :D

    BalasHapus
  4. sering sih mengalami, omong2 warungnya jauh gak dari rumah, itu si ayah kok 'tega' banget nyuruh si kecil belanja, wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Warungnya deket kok mbak, di sebelah rumah :) Kata ayahnya biar Air belajar berani, gitu.

      Hapus
  5. hihihi... lucu lucu.. iya kadang aku juga masih bingung menerjemahkan bahasa si kecil.. kadang 1 kata bisa bermacam makna.. "Puh= pus, yangpuh..." :D

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...